Rabu, 22 Januari 2014

Wanita laksana Bunga

"Harta yang paling berharga di dunia adalah wanita
yang solehah." (HR Muslim)
Wanita ibarat bunga... cantik indahnya pada pandangan
mata hanya sementara... Yang kekal menjadi pujaan
manusia, hanyalah wanita yang mulia akhlaknya...
karena akhlaq wanita ibarat bunga diri.. Tiada guna
berwajah cantik tetapi akhlaq buruk.. tiada guna juga
berwajah cantik tetapi hati kosong dari ilmu...

Ibarat bunga.. ada yang cantik bila dipandang tetapi
busuk baunya... Ada pula yang kurang menarik dan
baunya juga kurang menyenangkan... Ada juga bunga yang
tidak menarik pada pandangan mata kasar.. tetapi bila
dihalusi dengan mata hati, ternyata amat tinggi
nilainya....

Wanita adalah makhluk Allah yang amat istimewa.
Kemuliaan dan keruntuhan sesuatu bangsa terletak di
tangan wanita. Oleh yang demikian, Allah telah
menetapkan hukumnya ke atas mereka; walaupun berat di
pandangan mata si jahil dan ingkar tetapi ia adalah
kemanisan iman yang dicicip oleh wanita solehah.

Karena itulah... Sebagai anak, dia menjadi anak yang
solehah... Sebagai remaja dia akan menjadi remaja yang
bersemangat.. sebagai isteri, dia menjadi isteri yang
menyenangkan dan menenangkan hati suaminya.. sebagai
ibu, dia akan mendidik anaknya dengan penuh kasih
sayang... dan pastinya sebagai hamba Allah, dia akan
menjadi hamba yang tunduk dan menyerah diri hanya
kepada-Nya.

Allah swt berfirman dalam surah an-Nisa' ayat 24 yang
artinya,
"Barangsiapa yang mengerjakan amalan yang soleh baik
lelaki mahupun wanita sedang ia seorang yang beriman
maka mereka itu masuk ke dalam syurga dan mereka tidak
dianiaya walau sedikitpun."

Dalam Islam wanita amat dihormati dan dihargai
peranannya. Sebagaimana eratnya hubungan siang dan
malam yang saling melengkapi, begitu juga lelaki dan
wanita diciptakan untuk saling melengkapi. Setiap
lelaki dan wanita memiliki tugas dan kewajiban yang
berlainan, sesuai dengan fitrah masing-masing. Namun,
tujuan hidup setiap lelaki dan wanita adalah sama,
iaitu mencari redha Allah (Mardhatillah). Allah telah
berfirman,

"Barangsiapa yang mengerjakan amalan yang soleh baik
lelaki mahupun wanita sedang ia seorang yang beriman
maka mereka itu masuk ke dalam syurga dan mereka tidak
dianiaya walau sedikitpun." (QS. An-Nisaa : 124)

Rasulullah juga turut memerintahkan umatnya supaya
memperlakukan wanita sebaik-baiknya sebagaimana
sabdanya: "Mereka yang paling sempurna di kalangan
mereka yang ikhlas adalah mereka yang mempunyai akhlak
yang terbaik dan yang terbaik dikalangan kamu adalah
yang paling baik terhadap isterinya." (HR At-Tirmidzi)


Rasulullah saw telah memerintahkan supaya kaum wanita
diperlakukan menurut fitrah ia dijadikan sebagaimana
dalam sabdanya: "Berlaku baiklah terhadap kaum wanita
lantaran mereka diciptakan dari tulang rusuk yang
bengkok adalah bahagian yang teratas, jika kamu cuba
untuk meluruskannya kamu akan mematahkannya dan jika
kamu membiarkannya ia akan tetap bengkok, maka berlaku
baiklah terhadap kaum wanita kamu." Al-Bukhary dan
Muslim

Nilai wanita dalam Islam amat bertentangan dengan apa
yang diperjuangkan oleh wanita Barat. Nilai wanita
bukan terletak pada fesyen pakaiannya yang menonjol,
berhias diri untuk memperlihatkan kecantikannya,
tetapi hakikatnya ialah pada kesopanan, rasa malu dan
keterbatasan dalam pergaulan.

Tak Perlu Mengubah Dunia

                  Seorang Maharaja akan berkeliling negeri untuk melihat keadaan rakyatnya. Ia memutuskan untuk berjalan kaki saja. Baru beberapa meter berjalan di luar istana kakinya terluka karena terantuk batu. Ia berpikir, "Ternyata jalan-jalan di negeriku ini jelek sekali. "Aku harus memperbaikinya."
                  Maharaja lalu memanggil seluruh menteri istana. Ia memerintahkan untuk melapisi seluruh jalan-jalan di negerinya dengan kulit sapi yang terbaik. Segera saja para menteri istana melakukan persiapan-persiapan. Mereka mengumpulkan sapi-sapi dari seluruh negeri. 
Di tengah-tengah kesibukan yang luar biasa itu, datanglah seorang pertapa menghadap Maharaja. Ia berkata pada Maharaja, "Wahai Paduka, mengapa Paduka hendak membuat sekian banyak kulit sapi untuk melapisi jalan-jalan di negeri ini, padahal sesungguhnya yang Paduka perlukan hanyalah dua potong kulit sapi untuk melapisi telapak kaki Paduka saja." Konon sejak itulah dunia menemukan kulit pelapis telapak kaki yang kita sebut "Sandal".
                     Seringkali kita berharap dapat mengubah seluruh dunia beserta isinya,namun sesungguhnya yang diperlukan hanyalah mengubah diri kita sendiri.

Belajar dari Sang KODOK

                Sekelompok kodok sedang berjalan jalan melintasi hutan, dan dua di antara kodok tersebut jatuh kedalam sebuah lubang. Semua kodok kodok yang lain mengelilingi lubang tersebut. Ketika melihat betapa dalamnya lubang tersebut, mereka berkata pada kedua kodok tersebut bahwa mereka lebih baik mati. Kedua kodok tersebut mengacuhkan komentar - komentar itu dan mencoba melompat keluar dari lubang itu dengan segala kemampuan yang ada. Kodok yang lainnya tetap mengatakan agar mereka berhenti melompat dan lebih baik mati.
Akhirnya, salah satu dari kodok yang ada di lubang itu mendengarkan kata-kata kodok yang lain dan menyerah. Dia terjatuh dan mati. 
                Sedang kodok yang satunya tetap melanjutkan untuk melompat sedapat mungkin. Sekali lagi kerumunan kodok-kodok tsb berteriak padanya agar berhenti berusaha dan mati saja. Dia bahkan berusaha lebih kencang dan akhirnya berhasil. 
Ketika dia sampai diatas, ada kodok yang bertanya "Apa kau tidak mendengar teriakan kami ?". Lalu kodok itu (dengan membaca gerakan bibir kodok yang lain) menjelaskan bahwa ia tuli. Akhirnya mereka sadar bahwa saat di bawah tadi mereka dianggap telah memberikan semangat kpd kodok tsb.

Pelajaran:
1. Kekuatan hidup dan mati ada di lidah. Kekuatan kata-kata yang diberikan pada seseorang yang sedang "jatuh" justru dapat membuat orang tsb bangkit dan membantu mereka dalam menjalani hari-hari. 
2. Kata-kata buruk yang diberikan pada seseorang yang sedang "jatuh" dapat membunuh mereka. Hati hatilah dengan apa yang akan diucapkan. Suarakan 'Kata-kata kehidupan' kpd mereka yang sedang menjauh dari jalur hidupnya. Kadang-kadang memang sulit dimengerti bahwa ' Kata-kata kehidupan' itu dapat membuat kita berpikir dan melangkah jauh dari yang kita perkirakan.
Semua orang dapat mengeluarkan 'Kata-kata Kehidupan' untuk membuat rekan dan teman atau bahkan kepada yang tidak kenal sekalipun untuk membuatnya bangkit dari keputus-asaanya, kejatuhannya, kemalangannya. 
Sungguh indah apabila kita dapat meluangkan waktu kita untuk memberikan
spirit bagi mereka yang sedang putus asa dan jatuh.

Masalah Jangan dibawa ke Rumah

                Seorang pemrogram komputer yang saya pesan untuk memperbaiki PC di rumah datang terlambat. Katanya, di tengah jalan ban mobilnya kempes. Ketika sedang memperbaiki komputer, bor listriknya macet tak mau berfungsi. Akibat berbagai masalah tadi, ia kehilangan waktu kerjanya hampir dua jam. Rupanya penderitaannya tak hanya berhenti di sini. Persis saat mau pulang, mendadak mesin mobilnya ogah distart dan mogok. 
               Agar tidak kemalaman, saya mengantarkannya pulang. Dalam perjalanan ia tampak termenung sedih atas kesialan yang bertubi-tubi menimpanya hari itu. Sesampainya di depan rumahnya, tiba-tiba ia berhenti sebentar di depan sebuah pohon kecil yang tumbuh di halaman depan. Ia menyentuh ujung-ujung cabang pohon itu dengan kedua tangannya. Setelah itu, raut mukanya menampakkan perubahan besar. Begitu pintu rumah terbuka, wajah yang semula lesu kusam itu mendadak penuh senyuman. Dengan riang dan hangat ia memeluk kedua anaknya serta mencium sang istri yang menyambutnya. 
               Karena penasaran, sebelum berpamitan saya bertanya apa yang dia lakukan dengan pohon tersebut?
"Oh, itu adalah pohon masalah saya," jawabnya. Menyadari lawan bicaranya kebingungan, pria ini melanjutkan bicara. "Saya sadar, ada banyak persoalan muncul dalam pekerjaan. Namun, yang pasti segala permasalahan itu bukan milik orang rumah, baik anak maupun istri saya. Itulah sebabnya, sore hari setiap pulang dari kantor, sebelum masuk rumah saya selalu menaruh semua masalah atau problem pekerjaan di pohon ini. Keesokan harinya, saya ambil untuk di bawa ke kantor lagi."
               "Anehnya", lanjutnya sambil tersenyum, "di pagi hari ketika saya ambil lagi
maslaah-masalah tersebut dari pohon, rasanya tidak lagi seberat ketika saya
taruh kemarin sore."

Negeri Tetangga (Kuala Lumpur-Malaysia)

Menghirup udara segar
DEPAN PETRONAS
di Negara lain itu adalah hal yang amat berharga untuk menikmati perkembangan zaman, tapi jangan pernah lupa bahwa apa yang selama ini kita lihat,,,mulai dari ilmu manusia yang mampu mendesain serta membangun hal yang kita anggap luar biasa...
jangan lupa Allah yang memberikan ilmu kepada seluruh manusia,,itulah sebabnya, kenapa kita harus keluar mencari pengalaman, agar cakrawala pemikiran kita tetap bertambah, dan mengingat sang Pencipta yang memberikan kesempatan kepada seluruh manusia........
ilmu manusia itu ibarat setetes tinta dari ilmu Allah,,,
janganlah kita pernah merasa arogan dari ilmu yang kita miliki....karena hal itu akan membuat diri hina dimata ALLAH.....

INSIDE MUZIUM OF KL



MASJID SYAH ALAM KUALA LUMPUR-MALAYSIA

MUZIUM NEGARA KUALALUMPUR-MALAYSIA


INSIDE PETRONAS (TWIN TOWER) KUALA LUMPUR



saat Kematian Tiba

Saat Kematian Pedoman utk Semua
Tanda-Tanda Saat Kematian
a) 100 hari : Seluruh badan rasa bergegar.
b) 60 hari : Pusat rasa bergerak-gerak.
c) 40 hari : Daun dengan nama orang yang akan mati di arash akan jatuh
   dan malaikat maut pun datang kepada orang dengan nama tersebut lalu
   mendampinginya sehingga saat kematiannya. Kadang-kadang orang yang
   akan mati itu akan merasa atau nampak kehadiran malaikat maut
tersebut dan akan sering kelihatan seperti sedang rungsing.
d) 7 hari : Mengidam makanan.
e) 5 hari : Anak lidah bergerak-gerak.
f) 3 hari : Bahagian tengah di dahi bergerak-gerak.
g) 2 hari : Seluruh dahi rasa bergerak-gerak.
h) 1 hari : Terasa bahagian ubun bergerak-gerak di antara waktu subuh
   and asar.
i) Saat akhir : Terasa sejuk dari bahagian pusat hingga ke tulang
   solbi (di bahagian belakang badan) Seelok-eloknya bila sudah merasa
    tanda yang akhir sekali, mengucap dalam keadaan qiam and jangan    lagi
bercakap-cakap.

******Bila Malaikat Mencabut Nyawa******
Baginda Rasullullah S.A.W bersabda:
"Apabila telah sampai ajal seseorang itu maka akan masuklah satu
kumpulan malaikat ke dalam lubang-lubang kecil dalam badan dan   kemudian
mereka menarik rohnya melalui kedua-dua telapak kakinya   sehingga sampai
kelutut.
Setelah itu datang pula sekumpulan malaikat yang lain masuk menarik
roh dari lutut hingga sampai ke perut dan kemudiannya mereka keluar.
Datang lagi satu kumpulan malaikat yang lain masuk dan menarik rohnya
dari perut hingga sampai ke dada dan kemudiannya mereka keluar. Dan
akhir sekali datang lagi satu kumpulan malaikat masuk dan menarik roh
dari dadanya hingga sampai ke kerongkong dan itulah yang dikatakan  saat
nazak orang itu."

Sambung Rasullullah S.A.W. lagi:

"Kalau orang yang nazak itu orang yang beriman, maka malaikat Jibrail
A.S.akan menebarkan sayapnya yang disebelah kanan sehingga orang yang
nazak itu dapat melihat kedudukannya di syurga. Apabila orang yang
beriman itu melihat syurga, maka dia akan lupa kepada orang yang   berada
disekelilinginya.
Ini adalah kerana sangat rindunya pada syurga dan melihat terus
pandangannya kepada sayap Jibrail A.S."
Kalau orang yang nazak itu orang munafik, maka Jibrail A.S. akan
menebarkan sayap disebelah kiri. Maka orang yang nazak tu dapat    melihat
kedudukannya di neraka dan dalam masa itu orang itu tidak   lagi melihat
orang disekelilinginya. Ini adalah kerana terlalu   takutnya apabila
melihat neraka yang akan menjadi tempat tinggalnya.
Dari sebuah hadis bahawa apabila Allah S.W.T. menghendaki seorang
mukmin itu dicabut nawanya maka datanglah malaikat maut.
Apabila malaikat maut hendak mencabut roh orang mukmin itu dari arah
mulut maka keluarlah zikir dari mulut orang mukmin itu dengan  berkata:
"Tidak ada jalan bagimu mencabut roh orang ini melalui jalan ini
  kerana orang ini sentiasa menjadikan lidahnya berzikir kepada Allah
S.W.T."
Setelah malaikat maut mendengar penjelasan itu, maka dia pun kembali
kepada Allah S.W.T. dan menjelaskan apa yang diucapkan oleh lidah orang
mukmin itu. Lalu Allah S.W.T. berfirman yang bermaksud:
"Wahai malaikat maut, kamu cabutlah ruhnya dari arah lain."Sebaik saja
malaikat maut mendapat perintah Allah S.W.T. maka malaikat maut pun   cuba
mencabut roh orang mukmin dari arah tangan. Tapi keluarlah     sedekah dari
arah tangan orang mukmin itu, keluarlah usapan kepala   anak-anak yatim dan
keluar penulisan ilmu.
Maka berkata tangan: Tidak ada jalan bagimu untuk mencabut roh orang
mukmin dari arah ini, tangan ini telah mengeluarkan sedekah, tangan   ini
mengusap kepala anak-anak yatim dan tangan ini menulis ilmu  pengetahuan."

Oleh kerana malaikat maut gagal untuk mencabut roh orang mukmin dari
arah tangan maka malaikat maut cuba pula dari arah kaki. Malangnya malaikat
maut juga gagal melakukan sebab kaki berkata: "Tidak ada jalan bagimu dari
arah ini kerana kaki ini sentiasa berjalan berulang alik mengerjakan solat
dengan  berjemaah dan kaki ini juga berjalan menghadiri majlis-majlis ilmu."

Apabila gagal malaikat maut, mencabut roh orang mukmin dari arah kaki,
maka malaikat maut cuba pula dari arah telinga. Sebaik saja malaikat maut
menghampiri telinga maka telinga pun berkata:"Tidak ada jalan bagimu  dari
arah ini kerana telinga ini sentiasa mendengar bacaan Al-Quran dan zikir."

Akhir sekali malaikat maut cuba mencabut orang mukmin dari arah mata
tetapi baru saja hendak menghampiri mata maka berkata mata:"Tidak ada
jalan bagimu dari arah ini sebab mata ini sentiasa melihat beberapa mushaf
dan kitab-kitab dan mata ini sentiasa menangis kerana takutkan
Allah."

Setelah gagal maka malaikat maut kembali kepada Allah S.W.T. Kemudian Allah
S.W.T. berfirman yang bermaksud: "Wahai malaikatKu, tulis AsmaKu ditelapak
tanganmu dan tunjukkan kepada roh orang yang beriman itu.

"Sebaik saja mendapat perintah Allah S.W.T. maka malaikat maut
menghampiri roh orang itu dan menunjukkan Asma Allah S.W.T. Sebaik saja
melihat Asma Allah dan cintanya kepada Allah S.W.T maka keluarlah roh
tersebut dari  arah  mulut dengan tenang.

Abu Bakar R.A. telah ditanya tentang kemana roh pergi setelah ia
keluar dari jasad. Maka berkata Abu Bakar R.A:"Roh itu menuju ketujuh
tempat:-
1. Roh para Nabi dan utusan menuju ke Syurga Adnin.
2. Roh para ulama menuju ke Syurga Firdaus.
3. Roh mereka yang berbahagia menuju ke Syurga Illiyyina.
4. Roh para shuhada berterbangan seperti burung di syurga mengikut
   kehendak mereka.
5. Roh para mukmin yang berdosa akan tergantung di udara tidak di bumi
   dan tidak di langit sampai hari kiamat.
6. Roh anak-anak orang yang beriman akan berada di gunung dari minyak
   misik.
7. Roh orang-orang kafir akan berada dalam neraka Sijjin, mereka
   diseksa berserta jasadnya hingga sampai hari Kiamat."

Telah bersabda Rasullullah S.A.W: Tiga kelompok manusia yang akan
dijabat tangannya oleh para malaikat pada hari mereka keluar dari kuburnya:-

i. Orang-orang yang mati syahid. 
ii. Orang-orang yang mengerjakan solat malam dalam bulan ramadhan.  iii.
Orang berpuasa di hari Arafah.

Sekian untuk ingatan kita bersama.

Kesejahteraan

Kesejahteraan Hidup Boleh Dicari Asalkan...
Seorang arif melihat setan dalam keadaan
telanjang di tengah-tengah
masyarakat.
"Hai makhluk yang tak punya malu, mengapa kamu
telanjang di hadapan
manusia?" tegur sang arif.
"Mereka bukan manusia, mereka kera.
"
Sesungguhnya sudah sejak lama Al-Ghazali menulis dalam Ihya`,
Dzahaban naas wa baqiyan
nasnaas (Telah pergi manusia, yang
tertinggal hanya kera)
"Jika kamu ingin melihat
manusia, ikutlah aku ke pasar," lanjut sang
setan.

Orang arif itu lalu pergi bersama
setan ke pasar. Sesampainya di
pasar, setan itu menjelma seorang laki-laki dan langsung
menuju ke
toko yang paling besar. Toko itu hanya menjual permata yang
berkualitas tinggi
dengan harga yang amat mahal.

"Coba lihat permata itu," kata setan kepada pemilik toko
sambil
menunjuk permata yang paling besar.
Pemilik toko mengambil permata itu lalu
menyerahkannya kepada setan.
Ketika permata berpindah ke tangan setan, pemilik toko
mendengar
muadzin menyerukan: hayya `alash sholaah (Marilah salat)
Pemilik toko segera
mengambil kembali permatanya.
"Kamu pasti setan. Tak ada yang datang pada waktu seperti
ini kecuali
setan," kata pemilik toko.
Kemudian ia mengusir si setan. Setelah setan pergi,
 ia lalu
menghancurkan permata itu dengan batu.
"Permata ini tidak ada berkahnya,
" kata pemilik toko. Kemudian ia
keluar untuk salat.

Allah berfirman:
"Laki-laki
yang perniagaan dan jual beli tidak dapat melalaikannya
dari mengingat Allah.
" (QS An-Nur, 24:37) 
Dalam surat Al-Muzzammil, Allah menyejajarkan para pedagang
dengan
orang-orang yang berjihad di jalan Allah.
Dan orang-orang yang berjalan di
bumi mencari sebagian karunia Allah,
dan orang-orang lain yang berperang di jalan Allah.
 (QS Al-Muzzammil,
73:20) 

Perdagangan untuk mencari kesejahteraan di dunia tidaklah
tercela.
Sebaik-baik urusan dunia adalah yang dapat menjadi tunggangan menuju
akhirat.
Adapun yang tercela adalah jika kita selalu tenggelam dalam
urusan keduniaan, hati kita
selalu terikat pada dunia sehingga kita
melalaikan hak-hak dan perintah-perintah Allah.
Yang terpuji adalah
hidup sederhana, tidak berlebih-lebihan. Hidup berlebih-lebihan

membuat seseorang terlambat masuk surga.

Seorang bermimpi melihat Malik bin Dinar
berlomba-lomba dengan
Muhammad bin Wasi' menuju surga. Ia menyaksikan bahwa
Muhammad bin
Wasi` akhirnya dapat mendahului Malik bin Dinar. Orang itu kemudian

bertanya mengapa demikian kejadiannya, karena menurut perkiraannya
Malik bin Dinar
bakal menang. Kaum salihin menjawab bahwa ketika
meninggal dunia Muhammad bin Wasi'
hanya meninggalkan sepotong
pakaian, sedang Malik meninggalkan dua potong pakaian.


Jika seorang arif seperti Malik bin Dinar dapat tertinggal hanya
karena pakaian,
lalu bagaimana dengan kita. Lemari kita penuh dengan
pakaian, dan kita pun masih merasa
belum cukup. 

Ya Allah, jadikanlah kami puas 
dengan rezeki yang Engkau karuniakan. 

Berkahilah apa yang telah Engkau berikan. 
Dan jangan jadikan (bagi kami) dunia
 sebagai
puncak perhatian dan pengetahuan. (I:511)  


Habib Muhammad bin Hadi bin Hasan
bin Abdurrahman Asseqaf, Tuhfatul
Asyraf, Kisah dan Hikmah



Kepompong Story

                    Seorang menemukan kepompong seekor kupu-kupu. Suatu hari lubang kecil  muncul. Dia duduk dan mengamati dalam beberapa jam kupu-kupu itu ketika dia  berjuang dengan memaksa dirinya melewati lubang kecil itu. Kemudian kupu-kupu itu berhenti membuat kemajuan. Kelihatannya dia telah berusaha semampunya dan dia tidak bisa lebih jauh lagi. Akhirnya orang tersebut memutuskan untuk membantunya, dia ambil sebuah gunting dan memotong sisa kekangan dari kepompong itu. 
                   Kupu-kupu tersebut keluar dengan mudahnya.Namun, dia mempunyai tubuh gembung dan kecil, sayap2 mengkerut.Orang tersebut terus mengamatinya karena dia berharap bahwa, pada suatu saat, sayap-sayap itu akan mekar dan melebar sehingga mampu menopang tubuhnya, yg mungkin akan berkembang dalam waktu. Semuanya tak pernah terjadi Kenyataannya, kupu-kupu itu menghabiskan sisa hidupnya merangkak di sekitarnya dengan tubuh gembung dan sayap-sayap mengkerut. Dia tidak pernah bisa terbang. Yang tidak dimengerti dari keb aikan dan ketergesaan orang  tersebut adalah bahwa kepompong yg menghambat dan perjuangan yg dibutuhkan  kupu-kupu untukmelewati lubang kecil adalah jalan Tuhan untuk  memaksa cairan dari tubuh kupu-kupu itu ke dalam sayap-sayapnya sedemikian  sehingga dia akan siap terbang begitu dia memperoleh kebebasan dari kepompong tersebut  Kadang-kadang perjuangan adalah yang kita perlukan dalam hidup kita.                     
                              Jika Tuhan membiarkan kita hidup tanpa hambatan, itu mungkin melumpuhkan kita. Kita mungkin tidak sekuat yg semestinya kita mampu. Kita mungkin tidak  pernah dapat terbang. Saya memohon Kekuatan ..Dan Tuhan memberi saya kesulitan-kesulitan untu  membuat saya kuat. Saya memohon Kebijakan ... Dan Tuhan memberi saya persoalan untuk diselesaikan  Saya memohon Kemakmuran .... Dan Tuhan memberi saya Otak dan Tenaga untuk bekerja.  Saya memohon Keteguhan hati ... Dan Tuhan memberi saya Bahaya untuk  diatasi. Saya memohon kebahagiaan dan cinta kasih...Dan Tuhan memberikan kesediha kesedihan untuk dilewati  Saya memohon Cinta .... Dan Tuhan memberi saya orang-orang bermasalah untuk ditolong. Saya memohon Kemurahan/kebaikan hati.... Dan Tuhan memberi saya kesempatan-kesempatan. Saya tidak memperoleh yg saya inginkan, saya mendapatkan segala yang saya  butuhkan.

Keluh kesah

Al-jaza adalah ketidaksanggupan seseorang dalam memikul
bencana atau musibah yang menimpanya, kemudian menampakkan
sikapnya itu, baik dengan ucapan, perbuatan maupun keluh
kesah.

Sikap tidak sabar tatkala mendapat musibah ini akan
mengakibatkan hal-hal sebagai berikut :
1. Ketidakmampuan dalam berpikir jernih karena hati tidak
   tenteram. Padahal ketidakjernihan pikiran akan melahirkan
   pilihan yang tidak jelas.
2. Munculnya bencana-bencana lain akibat kesalahan dalam
   mengambil tindakan.
3. Menyeret seseorang dalam kemusyrikan jika kondisi imannya
   tidak kuat.
4. Dikeluarkan dari hamba Allah. Rasulullah SAW bersabda,
   "Barang siapa tidak rida terhadap ketentuan-Ku dan tidak
    sabar atas musibah dari-Ku, maka carilah Tuhan selain-Ku."

Adapun penyebab penyakit jaza ini antara lain sebagai
berikut:
1. Mengikuti dorongan hawa nafsu.
2. Tidak mampu menahan rasa pedih atau emosi batin.
3. Kurang bersyukur terhadap nikmat yang begitu banyak
   dibandingkan bencana yang baru menimpa.
4. Kelemahan iman terhadap qadha dan qadar, sehingga tidak
   memahami hikmat di balik bencana.

Dalam menghadapi musibah, seorang mukmin hendaknya
menjalaninya dengan pola hidup sabar, yaitu menahan diri
dari keluh kesah, amarah apalagi dari harapan mendapat
belas-kasihan orang lain, terutama pada awal musibah itu
terjadi. Rasulullah SAW bersabda, "Sabar itu tatkala
menghadapi ujian musibah yang pertama." Karena, pada
saat-saat itulah, iman seseorang betul-betul diuji: apakah
dia akan kuat menahannya kemudian kembali kepada Allah dan
memendam emosinya dalam-dalam, atau membiarkan nafsunya liar
meluapkan rasa emosi dan gelisahnya.

Setelah lulus dengan ujian sabarnya, selanjutnya dia mesti
menelaah lebih jauh hakikat bencana yang menimpanya. Perlu
diketahui, jika suatu bencana menimpa seseorang atau suatu
kaum, ada tiga kemungkinan, yaitu sebagai berikut:
1. Sebagai ujian (ibtila) atas prestasi iman. Melalui ujian
   tersebut, seseorang akan mengalami kenaikan derajat atau
   pangkatnya. Rasulullah SAW bersabda, "Orang-orang yang
   paling besar mendapat ujiannya adalah para nabi, kemudian
   para syuhada, kemudian orang-orang yang setingkat dengannya."
   Orang-orang yang mendapat kualitas uji prestasi ini adalah
   mereka yang betul-betul mengenal Allah. Mereka merasakan
   ibtila ini sebagai suatu kenikmatan istimewa sehingga ia
   begitu rela dan tenang,
2. Sebagai sarana untuk mengukur kebenaran iman. Allah
   berfirman,
   "Apakah manusia itu mengira bahwa mereka akan dibiarkan saja
   mengatakan, 'Kami telah beriman,' sedang mereka tidak diuji
   (lagi)? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang
   sebelum mereka. Maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-
   orang yang dusta." (Q.S. Al-Ankabut, 2-3).
3. Sebagai azab atas kemaksiatan dan kekufuran, agar menjadi
   jera. Allah berfirman,
   "Telah nampak kerusakan di darat dan di lautan disebabkan
   oleh perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada
   mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka
   kembali ke jalan yang benar." (Q.S. Ar-Rum, 41).

Dengan menelaah ketiga kemungkinan itu, seseorang harus
mampu membaca dengan mata batinnya: apa hakikat bencana yang
sedang dialaminya itu. Namun, yang jelas, baik yang kesatu,
kedua maupun ketiga, menuntut kesabaran yang sama, yaitu
dengan mengembalikan segalanya kepada keinginan Allah.

Berikut sepuluh keutamaan setiap mukmin berkaitan dengan
kesabaran yang mampu dijalankannya:
1. Kesabaran merupakan ibadah batiniah sehingga ia selalu
   disertai pertolongan Allah. Allah SWT berfirman,
   "Sesungguhnya Allah bersama-sama orang yang sabar."
   (Q.S. Al-Baqarah, 153).
2. Kesabaran memelihara amalnya dari hal-hal yang dapat
   merusak, karena nafsunya yang suka membawa ke jalan yang
   buruk dapat dia kendalikan.
3. Kesabaran menjadi modal bagi ketenangan hidupnya selama
   di dunia. Baginya, dunia adalah tempat tinggal sementara
   yang tidak akan luput dari godaan.
4. Kesabaran menjadi sarana untuk meningkatkan konditenya
   di hadapan Allah.
5. Kesabaran melahirkan pujian Allah bagi pemiliknya. Orang
   yang sabar dipuji Allah sebagai orang yang paling baik.
6. Kesabaran melahirkan kegembiraan baginya.
7. Kesabaran melahirkan kecintaan Allah terhadapnya.
8. Kesabaran meningkatkan derajatnya.
9. Kesabaran membawa keselamatan yang hakiki, yakni ketika
   ia masuk surga. Ia mendapatkan sambutan dari Allah,
   sebagaimana dalam firman-Nya:
   "Keselamatan atas kamu semua karena kesabaranmu"
   (Q.S. Ar-Ra'du, 24).
10. Kesabaran membawanya pada pahala yang tidak ada hentinya.
    Allah berfirman,
    "... Hanyalah pahala orang-orang sabar yang akan dibalas
    tanpa ada bilangan." (Q.S. Az-Zumar, 24).

Agar terbebas dari penyakit al-jaza ini, hendaknya kita
melakukan hal-hal berikut:
1. Menjauhi semua penyebab timbulnya penyakit al-jaza.
2. Mempelajari akibatnya.
3. Memahami makna sabar dan seluruh manfaatnya.
4. Melakukan langkah-langkah berikut jika dihadapkan pada
   suatu cobaan:
   a. Meyakini bahwa cobaan adalah takdir dari Allah yang
      terbaik baginya, dan kelak akan terbukti hikmahnya.
   b. Menahan emosi semaksimal mungkin sehingga tidak
      menimbulkan reaksi negatif terhadap tindakan fisik.
   c. Jika masih ada rasa kesal, segera beranjak dari tempat
      duduk, ambil air wudu, dan baca ta'udz dan istigfar sebanyak
      tiga kali.
   d. Membaca doa berikut:
      "Ya Allah, selamatkanlah aku dalam musibahku ini, dan semoga
      engkau menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik daripada
      ini."
   e. Selalu bersyukur akan nikmat yang diterima.

Gaji Kurang Keceriaan Hilang

Seorang pria tua yang bijak memutuskan untuk pensiun dan membeli rumah mungil dekat sebuah SMP. Selama beberapa minggu ia menikmati masa-masa pensiunnya dengan tenang dan damai. Kebetulan saat itu sedang masa liburan sekolah. Tak berapa lama kemudian, masa sekolah tiba. Dan, sekolah itu pun penuh dengan anak-anak. 

Suasana tenang dan nyaman menjadi sedikit berubah. Namun yang paling menjengkelkan pak Tua adalah, setiap hari ada tiga anak laki-laki lewat di depan rumah yang suka memukuli tong sampah yang ada di pinggir jalan. Mereka membikin keributan sepanjang hari dan berulah seolah-olah menjadi pemain perkusi hebat.

Begitu terus dari hari ke hari. Sampai akhirnya pak Tua merasa harus melakukan sesuatu pada mereka. Keesokan harinya, pak Tua keluar rumah sambil tersenyum lebar menghampiri tiga anak laki-laki yang sedang asyik memukuli tong sampah. Ia menghentikan permainan mereka, dan berkata, "Hai, anak-anak! Kalian pasti suka bersenang-senang.

Saya suka sekali dengan cara kalian bersenang-senang seperti ini. Sewaktu saya masih kecil, saya juga suka bermain-main seperti kalian. Nah, apakah kalian mau saya beri uang?" "Mau.. mau.." sahut ketiga anak itu serempak. "Okay, begini," pak Tua itu tersenyum. Lalu ia mengeluarkan tiga lembar uang ribuan dari sakunya. Katanya, "Masing-masing dari kalian saya beri uang seribu. Tapi kalian harus berjanji mau bermain-main di sini dan memukuli tong sampah ini setiap hari." Anak-anak itu senangnya luar biasa.

Sejak itu setiap hari mereka "bekerja" memukuli tong sampah itu dengan penuh semangat. Beberapa hari kemudian, pak Tua itu menghampiri dan menyambut "pekerjaan" mereka dengan penuh senyum. Namun kali ini senyumnya tampak agak sedih. Katanya, "Nak, kalian tahu kan situasi krisis akhir-akhir ini membuat uang pensiun saya tak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari." Ia menarik nafas dalam-dalam.

Anak-anak itu menunggu apa yang diucapkannya. Lanjut pak Tua. "Mulai hari ini saya hanya bisa membayar kalian lima ratus saja untuk tugas kalian memukuli tong sampah ini." Anak-anak itu tampak kecewa dengan keputusan pak Tua, namun mereka masih bisa menerimanya. Lalu mereka melanjutkan tugas mereka membuat keributan sepanjang hari. Beberapa hari kemudian, pak Tua itu dengan wajah memelas mendekati anak-anak yang sedang memukuli tong sampah.
 Katanya, "Maaf, bulan ini saya belum menerima kiriman uang pensiun.  Saya hanya bisa memberi kalian bertiga seribu Rupiah saja."
 "Apa..? Seribu untuk bertiga?,
" protes pemimpin pemain tong sampah itu. " Apa pak Tua kira kami ini mau menghabiskan waktu kami di sini hanya untuk uang segitu ? Ah, yang benar saja! Pak Tua ini tidak masuk akal.

Mulai hari ini kami tidak mau lagi melakukan tugas ini lagi. Kami keluar." Ketiga anak lelaki itu pergi meninggalkan pak Tua itu dengan bersungut-sungut. Dan, sejak hari itu pak Tua menikmati ketenangan hingga akhir hayatnya.

Begitulah bila kita mencampur-adukkan kegembiraan hati dengan "uang gaji". Seringkali kita kehilangan keceriaan hanya karena kita menganggap "keceriaan" itu adalah sebuah pekerjaan yang dibayar, maka bila "bayarannya" berkurang maka kesenangan pun jadi berkurang. Jangan sampai kegembiraan anda menghilang di balik beberapa lembar uang gajian belaka.