BELAJAR DAN MENGAJAR ADALAH PEKERJAAN MULIA

Belajar dan mengajar adalah suatu kesatuan kata yang sulit
dipisahkan satu sama lain..belajar adalah suatu hal yang kita peroleh untuk
menambah khasanah pengetahuan atau menambah wawasan secara intern pribadi, dan
hasil belajar akan diproses oleh akal kita sendiri sebagai bahan pertimbangan,
dan penasaran dalam diri untuk menelusuri sampai memperoleh hasil yang dapat
memuaskan terlebih mengembangan pengetahuan pribadi, karena tidak seratus
persen apa yang kita dapatkan di kampus, sekolah langsung diimput oleh semua
akal…tapi salah satu pemacu tumbuh pemikiran untuk berbicara harus ada
referensi lain sedangkan, mengajar adalah hal yang sangat dominan kita
memindahkan pengetahuan, berbagi pengetahuan, mengajarkan apa yang kita
ketahui, memamfaatkan pengetahuan kita, apalagi sebelum berangkat mengajar bagi
guru-guru yang membaca, belajar untuk apa yang akan ia ajarkan di sekolah itu
sangat mulia…terlebih ilmu pengetahuan Agama yang menuntun nilai-nilai
pendidikan aqidah dan akhlak yang bersumber dalam Al-quran dan Hadits sebagai
penanaman dasar bagi peserta didik..itu adalah pahala yang amat besar …dan
selama mendahulukan niat dan keihklasan serta demi mengajarkan Agama Allah itu
sungguh luar biasa bagi guru secara pribadi….sebagaimana yang dikatakan oleh
Grt KH. Abunawas Bintang dalam suatu pertemuan..”bahwa wahai..anak-anakku semua
belajarlah dari Alquran dan Hadist lalu ajarkanlah kepada anak-anak atau
muridmu, karena itu adalah pekerjaan mulia…”dari pernyataan yang diungkapkan
oleh Beliau itu adalah pesan yang didapat dari Guru-gurutta yang telah
mendahului kita…..sampai Grt Abunawas menyampaikan kepada kita semua bagaimana
kita belajar dan mengajar nantinya…
Memang ketika kita melihat secara selintas
bahwa guru tidaklah besar gajinya tapi
coba kita lihat dan pertimbangkan ketika guru berhasil menjadikan
murid-muridnya menjadi sukses, bagaimana kita melihat pengaruhnya, menjadikan
murid-murid berahklak mulia, itu semua adalah jasa-jasa yang paling besar dan
mulia di sisi Allah…yang kita ketahui adan mnantan presiden, mantan gubernur,
bupati tapi tidak ada mantan guru karena jasa-jasa guru sudah membekas dalam
seseorang terhadapa apa yang diajarkan kepada murid-muridnya sampai sukses…
Jadi orang salah ketika ia katakan dia
adalah mantan guruku itu adalah keliru dan tidak bisa dibenarkan dengan kata
lain pada hakikatnya adalah durhaka, karena satu kata pun yang diajarkan oleh
seseorang itu adalah guru kita.
_@ Abd.Haris
Al-Ma'hadul Aly Al-As'adiyah Sengkang.Wajo. COM
AG.KH. Abunawas Bintang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar